Sabtu, 08 April 2017


TESTIMONI PERKULIAHAN
MK. PSIKOLOGI PENDIDIKAN KELAS C
            Mata kuliah Psikologi Pendidikan untuk angkatan 2016 sudah dimulai sejak bulan Februari 2017 atau semester 2. Saya sangat menikmati mata kuliah ini. Karena banyak sekali ilmu tentang pendidikan yang bisa saya dapatkan dari mata kuliah ini. Mulai dari tokoh-tokoh psikologi pendidikan, hingga bagaimana proses pembelajaran terjadi. Saya juga bisa belajar untuk menerapkan ilmu yang saya dapat dari mata kuliah ini karena pada mata kuliah ini ada tugas yang dinamakan observasi. Pada observasi saya mendapat pengalaman untuk terjun langsung ke lapangan untuk meneliti bagaimana proses terjadinya belajar dan mengajar disekolah yang sesungguhnya.
            Dosen pengampu Mk. Psikologi Pendidikan juga sangat membantu saya dalam perkuliahan. Karena saya bisa mendapat materi dengan baik. Lalu dengan diterapkannya metode belajar sebelum masuk kuliah dapat membantu saya untuk bisa memahami materi tersebut terlebih dahulu sebelum dijelaskan langsung oleh dosen.

Minggu, 02 April 2017



BAB 13
MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN
A. MENGEKSPLORASI MOTIVASI
Apa Motivasi Itu?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.
Perspektif  tentang Motivasi
Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid.
Perspektif Humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk nasib mereka. Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan berikut :
1)      Fisiologis. Lapar, haus, tidur.
2)      Keamanan. Bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan.
3)      Cinta dan  rasa memiliki. Keamanan, kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
4)      Harga diri. Menghargai diri sendiri.
5)      Aktualisasi diri. Realisasi potensi diri.
Aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi dan tersulit dalam hierarki Maslow. Aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia. Aktualisasi diri dimungkinkan hanya setelah kebutuhan yang lebih rendah terpenuhi.
Perspektif Kognitif berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka, dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka bahwa merea dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif. Dan juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan, dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.
B. MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU
Motivasi Eksintrik dan Insintrik
Motif eksintrik adalah melakukan sesuatu untuk mendapat sesuatu yang lain. Motivasi insintrik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.
Determinasi Diri dan Pilihan Personal. Dalam pandangan ini murid ingin percaya bahwa mereka melakukan kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal.
Proses Kognitif Lainnya
Teori Atribusi menyataka bahwa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri, orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Anak dengan orientasi untuk menguasai akan fokus pada tugas ketimbang pada kemampuan mereka, punya sikap positif, dan menciptakan strategi berorientasi solusi yang meningkatkan kinerja mereka. Sebaliknya, anak dengan orientasi tak berdaya berfokus pada ketidakmampuan personal mereka, seringkali mereka mengatributkan kesulitan mereka pada kurangnya kemampuan, dan menunjukkan sikap negatif.
Self-efficacy adalah keyakinan bahwa “aku bisa” ketidakberdayaan adalah keyakinan “aku tidak bisa”.
Kecemasan dan Prestasi
Kecemasan adalah perasaan takut dan kegundahan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan. Beberapa anak mengidap kecemasan tingkat tinggi lantaran orangtuanya membebankan standar prestasi yang tidak realistis pada diri anak mereka.
C. MOTIVASI, HUBUNGAN DAN KONTEKS SOSIOKULTURAL
Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial. Perhatian motif sosial muncul dari katalog kebutuhan yang mencakup kebutuhan akan afiliasi atau keterhubungan. Hubungan murid dengan orangtua, teman sebaya, kawan, guru dan mentor, dan orang lain dapat mempengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.
Orangtua dengan pendidikan yang tinggi akan mungkin percaya bahwa keterlibatan mereka dalam pendidikan anak adalah penting. Murid dapat membandingkn dirinya sendiri denga teman sebaya mereka secara akademik dan sosial. Dibandingkan anak kecil, remaja lebih mungkin melakukan perbandingan sosial, walaupun remaja lebih gampang menyangkal bahwa mereka sedang membandingkan dirinya dengan orang lain. Banyak anak yang tidak bagus belajarnya punya hubungan yang negatif dengan guru mereka. Mereka seringkali mengalami masalah karenanya. Motivasi murid akan bertambah jika guru memberi tugas yang menantang dalam lingkungan yang mendukung proses penguasaan materi.
D. MURID BERPRESTASI RENDAH DAN SULIT DIDEKATI
Murid yang tidak bersemangat mencakup
a)      Murid berprestasi rendah dengan ekspektasi kesuksesan yang rendah
b)      Murid dengan sindrom kegagalan
c)      Murid yang termotivasi untuk melindungi harga dirinya dengan menghindari kegagalan.

Sumber :
Santrock, J.W. 2004. Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh : Tri Wibowo BS. Jakarta : PRENADAMEDIA GROUP





BAB 7
PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN KOGNITIF SOSIAL
A. APA ITU PEMBELAJARAN?
            Proses belajar atau pembelajaran adalah fokus utama dalam psikologi pendidikan. Ketika orang ditanya apa fungsi sekolah itu, mereka biasanya akan menjawab “membantu murid untuk belajar.
Apa yang Disebut Belajar dan yang Bukan
            Pembelajaran (learning) dapat didefenisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh dari pengalaman. Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan ̶ kemampuan itu ada sejak lahir, tidak dipelajari. Tetapi kebanyakan perilaku manusia tidak diwariskan begitu saja.
            Cakupan pembelajaran itu cukup luas. Pembelajaran melibatkan perlilaku akademik dan non akademik. Pembelajaran berlangsung disekolah dan dimana saja di seputar dunia anak.
Pendekatan untuk Pembelajaran
Telah ada pandangan tentang pendekatan untuk pembelajaran. Diantaranya adalah pendekatan kognitif dan behavioral.
Behavioral. Pendekatan pembelajaran pertama yang kita diskusikan pada bagian pertama bab ini adalah behavioral. Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa perlaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Menurut kaum behavioris, perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan kita bisa dilihat secara langsung. Proses mental didefenisikan oleh psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihat oleh orang lain.
Pengkondisian klasik dan operan yang merupakan dua pandangan behaioral yang akan segera kita diskusikan, menganut pandangan ini. Kedua pandangan ini menekan pembelajaran asosiatif (associative learning), yang terdiri dari pembelajaran bahwa dua kejadian yang saling terkait (associated).
Kognitif. Psikologi semakin cenderung ke pandangan kognitif selama dekade terakhir abad ke-20 dan penekanan kognitif terus berlanjut sampai sekarang. Ada 4 pendekatan kognitif, kognitif sosial, pemrosesan informasi, konstruktivis kognitif, dan konstruktivis sosial.
B. PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN
Pengkondisian Klasik
Pengkondisian klasik adalah pembelajaran dimana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisin klastik stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang sama.
Cara kerja pengkondisian klasik :
Unconditioned Stimulus (US) adalah  sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu.
Unconditioned Response (UR)  adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US.
Conditioned Stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response setelah diasosiasikan dengan US.
Conditioned Response (CR) adalah response yang dipelajari, yakni response terhadap stimulus yang terkondisikan yag muncul setelah terjadi pasangan US-CS.
Pengkondisian Operan
Pengkondisian operan adalah sebentuk pebelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.
Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Hukuman (punishment) adalah konsekuensi menurunkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi.
Penguatan boleh menjadi kompleks. Penguatan berarti memperkuat. Penguatan positif, frekuensi response meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Penguatan negatif, frekuensi response meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan.
C. ANALISIS PERILAKU TERAPAN DALAM PENDIDIKAN
Analisis perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah manusia.
Ada 3 penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan :
1. Meningkatkan perilaku yang diinginkan
2. Menggunakan dorongan  (prompt)
3. Pembentukan (shapping)
D. PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN
Teori Kognitif Sosial Bandura
Teori kognitif sosial menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif mungkin berupa ekspektasi murid-murid untuk meraih keberhasilan; faktor sosial mungkin mencakup pengamatan murid terhadap perilaku orangtuanya.
Albert Bandura mengembangkan model determinisme resiprokal yang terdiri dari tiga faktor utama : perilaku, person/kognitif, dan lingkungan.
Pembelajaran Observasional
Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
Model pembelajaran observasional kontemporer Bandura. Sejak eksperimen awalnya, Bandura memfokuskan pada proses spesifik yang terlibat dalam pembelajaran observasional. Proses itu adalah :
1. Atensi
2. Retensi
3. Produksi
4. Motivasi
Pendekatan Perilaku Kognitif dan Regulasi Diri
Dalam pendekatan perilaku kognitif, penekanannya adalah untuk membuat murid-murid memonitor, mengelola, dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melaui faktor eksternal.
Pembelajaran regulasi diri, adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan.
Mengevaluasi Pendekatan Kognitif Sosial
Pendekatan kognitif sosial telah memberi kontribusi penting untuk mendidik anak. Selain mempertahankan aroma ilmiah, aroma ilmiah kaum behavioris dan menekankan pada observasi yang cermat, pendekatan ini juga memperluas penekanan pembelajarannya sampai ke faktor kognitif dan sosial.

Sumber :
Santrock, J.W. 2004. Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh : Tri Wibowo BS. Jakarta : PRENADAMEDIA GROUP



BAB 1
PSIKOLOGI PENDIDIKAN :
PERANGKAT UNTUK MENGAJAR SECARA EFEKTIF
A. SELAYANG PANDANG PSIKOLOGI PENDIDIKAN.
Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa perintis bidang psikologi sebelum awal abad ke-20 oleh William James, John Dewey, E.L Thorndike.
B. CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. Guru yang efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas. Guru yang efektif harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Guru juga membutuhkan pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berpikir dan berargumen, pola perubahan dalam satu mata pelajaran, kepercayaan tentang mata pelajaran, dan kemampuan untuk mengaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.
Konstruktivisme menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Guru yang efektif harus mampu menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu.
C. RISET DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Riset ilmiah adalah riset objektif, sitematis, dan dapat diuji. Riset ilmiah mereduksi kemungkinan bahwa informasi didasarkan pada keyakinan, opini, dan perasaan personal. Riset ilmiadh dilandaskan pada metode ilmiah, sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi yang akurat.
Teori adalah seperagkat ide yang berkaitan dan koheren, yang berfungsi untuk menjelaskan dan membuat prediksi. Hipotesis adalah asumsi dan prediksi spesifik yang dapat diuji untuk mengetahui apakah teori itu benar atau tidak.
Riset deskriptif bertujuan untuk mengamati dan mencatat perilaku. Observasi dapat dilakukan di laboratorium atau di lingkungan alam. Laboratorium adalah tempat terkendali di mana banya faktor yang kompleks dari dunia riil dihilangkan. Dalam obsevasi alamiah, perilaku diamati di dunia riil.  Observasi partisipan adalah observasi dimana peneliti terlibat aktif sebagai partisipan (peserta) dalam suatu penelitian. 
Terkadang cara paling baik dan paling cepat untuk memperoleh informasi dari murid dan guru adalah bertanya kepada mereka. Ahli psikologi pendidikan menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mencari tahu tentang pengalaman, keyakinan dan perasaan guru dan murid.
Tes standar adalah tes dengan prosedur administrasi dan penilaian yang seragam. Tes ini menilai kinerja murid di domain yang berbeda-beda dan bisa membandingkan kinerja murid, dengan murid lainnya yang berusia sama atau tingkat yang sama di tingkat nasional.
Studi kasus adala kajian mendalam terhadpa seorang individu. Studi kasus sering dipakai ketika situasi yang unik dalam kehidupan seseorang tidak dapat diduplikasi, entah itu karena alasan praktis maupun etis.
Studi etnografik adalah dsekripsi mendalam dan interpretasi atas perilau dalam suatu etnis atau kelompok kultural yag melatkan keterlibatan langsung dengan partisipan. Tipe studi ini menggunakan observasi di setting alam dan wawancara.
Riset cross-sectional adalah mempelajari kelompok orang pada satu sesi waktu. Riset longitudinal adalah mempelajari individu-individu yang sama selama periode waktu tertentu. Riset evaluasi program adalah riset yang didesain untuk membuat keputusan tentang efektifitas program tertentu. Riset aksi adalah riset yang dipakai untuk memecahkan problem sekolah atau kelas tertentu, meningkatkan pengajaran dan strategi pendidikan lainnya, atau untuk membuat keputusan di level tertentu.
Tantangan Riset :
a.       Etika, mewajibkan para periset untuk melindungi partisipan dari bahaya mental dan fisik.
b.      Gender, banyak pakar yang percaya bahwa banyak pendidikan dan riset mengandung bias gender
c.       Etnis dan kultur, kita perlu memasukkan lebih banyak anak dari keluarga etnis minoritas dalam riset pendidikan psikologi kita.

Sumber :
Santrock, J.W. 2004. Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh : Tri Wibowo BS. Jakarta : PRENADAMEDIA GROUP
 

Winika's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates